Rekomendasi Game · Artikel

God of War Trilogy Remake Resmi Diumumkan di State of Play 2026

Rekomendasi Game
God of War Trilogy Remake Resmi Diumumkan di State of Play 2026

Santa Monica Studios mengumumkan God of War Trilogy Remake di PlayStation State of Play tanggal 12 Februari 2026 — remake total dari scratch untuk tiga game Yunani orisinal, bukan sekadar remaster resolusi tinggi. Pengumuman ini datang tak lama setelah shadow drop God of War: Sons of Sparta, yang langsung bisa dimainkan di PS5 pada hari yang sama.

Dua pengumuman ini jadi penutup State of Play yang menurut banyak pengamat jadi salah satu presentasi PlayStation paling padat dalam beberapa tahun terakhir.

Sons of Sparta: prekuel 2D, bukan spin-off sembarangan

Sons of Sparta ternyata bukan cuma pelengkap lore seperti dugaan awal. Game ini action platformer 2D bergaya Metroidvania garapan Mega Cat Studios bersama Santa Monica Studio, berkisah tentang masa muda Kratos saat menjalani pelatihan keras Agoge bersama saudaranya, Deimos. Ceritanya diposisikan sebagai prekuel kanon, terjadi sebelum God of War: Ascension (2013) dan sebelum flashback di God of War: Ghost of Sparta (2010).

Trailer trilogy remake: suara TC Carson yang kembali

Kejutan sebenarnya datang lewat trailer God of War Trilogy Remake. Bukan Kratos versi tua yang bijaksana ala saga Nordik, melainkan suara penuh amarah yang langsung dikenali fans lama — TC Carson, pengisi suara Kratos di trilogi Yunani era PS2/PS3, yang secara langsung menyampaikan pengumuman ini.

Proyek disebut masih di tahap early development. Belum ada tanggal rilis, cuplikan gameplay, atau visual sinematik yang dibagikan, jadi informasi teknisnya masih terbatas pada janji arah pengembangan berikut.

FiturVersi Original (PS2/PS3)Versi Remake (early development 2026)
EngineKinetica Engine (Modified)Proprietary engine terbaru
KameraFixed camera anglesHybrid, kemungkinan opsional over-the-shoulder
LoadingLoading screen antar areaDiarahkan seamless (SSD optimization)
AudioCompressed audio3D spatial audio, kemungkinan rekam ulang

Santa Monica Studios sendiri menyebut remake Greek saga ini sebagai permintaan fans yang paling sering muncul selama bertahun-tahun, jadi arah pengembangannya kemungkinan besar tetap setia ke gameplay hack-and-slash brutal ala trilogi asli, bukan mengikuti gaya God of War (2018) yang lebih lambat dan naratif.

Kekhawatiran fans: sensor konten dewasa

Di tengah antusiasme itu, satu isu ramai dibahas komunitas: nasib konten dewasa trilogi asli, terutama mini-game Aphrodite di God of War III yang jadi salah satu momen paling kontroversial sekaligus ikonik dalam sejarah franchise. Belum ada pernyataan resmi soal ini dari Santa Monica Studios — jadi sejauh ini murni spekulasi dan kekhawatiran fans, bukan keputusan yang sudah diambil developer.

Logika kekhawatirannya masuk akal: kalau adegan itu dibuat ulang dengan grafis fotorealistik tanpa penyesuaian, potensi rating Adults Only dari ESRB jadi ancaman nyata. Rating AO praktis berarti Sony, Microsoft, dan Nintendo tidak akan melisensikan game itu di platform konsol mereka — jadi ada tekanan komersial yang membuat sensor atau penyesuaian kemungkinan sulit dihindari, terlepas dari keinginan fans purist yang menolak revisi apa pun.

Tantangan lain yang belum terjawab: nasib Quick Time Event yang jadi ciri khas trilogi lama, dan apakah kamera fixed original dipertahankan atau digeser ke gaya over-the-shoulder seperti reboot 2018. Dua elemen ini menentukan seberapa “asli” rasanya remake nanti dibanding sekadar re-skin visual.

Yang jelas, dengan saga Nordik sudah tuntas lewat Ragnarok, Sony belum berniat melepas Kratos dari jajaran IP andalannya. Trilogy Remake ini sekaligus jadi pintu masuk buat fans baru yang cuma mengenal Kratos versi ayah pemarah di Midgard, untuk melihat sisi prajurit Sparta yang dendamnya sampai meruntuhkan Olympus.