Build Martis tersakit di 2026 masih bertumpu pada satu mekanik andalan: ultimate Decimation yang bisa dipakai ulang begitu targetnya tewas, jadi cooldown nyaris tidak pernah jadi masalah kalau eksekusinya rapi. Racikan item terkini menambal kelemahan awal fighter/jungler ini lewat War Axe dan Endless Battle sebelum masuk ke Queen’s Wings sebagai jaring pengaman late game, sementara Fighter Emblem tetap jadi pilihan paling stabil dibanding opsi assassin yang lebih agresif tapi rapuh. Hero lawas ini bukan pick paling atas di meta sekarang, tapi di tangan pemain yang paham timing reset, dia masih bisa membalik satu war sendirian.
Kenapa Martis Masih Layak Dipakai di 2026
Martis mengisi role Fighter yang paling nyaman dipakai jungler, meski sebagian pemain tetap membawanya ke exp lane. Identitas utamanya bukan soal statistik mentah, tapi satu mekanik reset yang jarang dimiliki fighter lain di roster.
Pasifnya, Ashura’s Wrath, menambah attack speed tiap kali Martis memakai skill dan bisa menumpuk sampai empat kali, jadi damage basic attack-nya ikut naik seiring combo berjalan. Skill 1, Ashura Aura, menarik musuh di area kipas ke depan Martis sekaligus memberi slow, berguna buat mengelompokkan target sebelum war pecah. Skill 2, Mortal Coil, bisa dipakai dua kali beruntun — tekan pertama memberi kekebalan crowd control dan knockup, tekan kedua jadi dash tambahan buat mengejar atau reposisi. Ultimate-nya, Decimation, memberi true damage eksekusi ke target berdarah tipis, dan yang bikin dia berbahaya: begitu target itu mati, ultimate langsung siap dipakai lagi tanpa menunggu cooldown penuh.
Kekuatannya jelas di momentum snowball. Satu kill lewat ultimate bisa memicu rentetan kill berikutnya kalau posisinya tepat. Tapi kelemahannya jujur cukup nyata: HP dan defense-nya tipis di early game, dan kalau kill pertama gagal didapat, seluruh rencana combo langsung mentah karena dia harus menunggu cooldown normal seperti fighter lain, bukan versi instan.
Item Build Martis Tersakit
Build fighter/jungler yang paling sering dipakai sekarang memprioritaskan cooldown reduction dan sustain awal, baru masuk ke item defensif begitu Martis mulai jadi target utama di war. Berikut enam item inti beserta urutan beli yang umum dipakai.
| Urutan | Item | Fungsi Utama |
|---|---|---|
| 1 | Tough Boots | Movement speed plus pengurangan efek crowd control, penting buat menjaga mobilitas menjelang ultimate |
| 2 | War Axe | Physical attack dan penetrasi awal, mempercepat rotasi hutan dan trade di fase laning |
| 3 | Endless Battle | Cooldown reduction plus regen mana, mempercepat siklus Ashura Aura dan Mortal Coil |
| 4 | Queen’s Wings | Damage reduction dan lifesteal tambahan saat HP kritis, jaring pengaman di war berkepanjangan |
| 5 | Brute Force Breastplate | Hybrid defense plus movement speed tim, membantu inisiasi bareng skuad |
| 6 | Immortality | Kesempatan kedua lewat efek bangkit, penting karena Martis sering jadi target fokus lawan |
Build Order
Tough Boots
War Axe
Endless Battle
Queen's Wings
Brute Force Breastplate
Immortality
Tough Boots dan War Axe dibeli lebih dulu supaya rotasi hutan cepat sekaligus trade awal tetap menguntungkan. Endless Battle masuk sebagai item ketiga karena mempercepat siklus skill yang jadi inti combo reset-nya. Queen’s Wings dan Brute Force Breastplate menambah daya tahan begitu Martis mulai sering terlibat war penuh, dan Immortality menutup build sebagai penyeimbang risiko, mengingat dia sering jadi sasaran fokus musuh begitu ultimate-nya diketahui bisa reset.
Kalau lebih cocok gaya solo carry ketimbang inisiator tim, Blade of Despair bisa menggantikan salah satu item defensif untuk mendongkrak burst Decimation ke target darah tipis. Ini bukan berarti build utama di tabel salah, cuma menyesuaikan apakah kamu main sebagai win condition solo atau sebagai fighter yang membuka jalan buat carry lain.
Emblem dan Battle Spell
Fighter Emblem jadi pilihan paling stabil untuk Martis, dengan talent Rupture, Festival of Blood, dan Brave Smite — kombinasi yang menambah penetrasi awal sekaligus spell vamp buat sustain di jungle. Opsi alternatifnya, Custom Assassin Emblem dengan talent seputar penetrasi adaptif dan movement speed, lebih cocok kalau kamu mengutamakan kecepatan rotasi dan burst murni ketimbang daya tahan.
Battle spell menyesuaikan role. Retribution wajib dipakai kalau Martis jadi jungler murni, supaya farming dan objective control lebih cepat. Flicker berguna buat reposisi sebelum melempar Ashura Aura atau mengejar target yang mau kabur, sementara Execute membantu memastikan kill di HP rendah — poin krusial mengingat tiap kill lewat ultimate berarti Decimation langsung siap pakai lagi.
Emblem & Talent
Fighter Emblem (Custom)
Rupture
Festival of Blood
Brave Smite
Assassin Emblem (Custom)
Counter Martis: Lawan & Mangsa
Martis rentan terhadap hero yang bisa menyerap atau membalikkan burst-nya sebelum reset ultimate sempat berjalan, atau yang punya mobilitas cukup buat lolos dari radius Ashura Aura. Alpha sering disebut merepotkan karena kemampuannya menyerap sekaligus meniru damage bikin trade Martis jadi percuma. Lancelot, dengan burst dan mobilitas setara, bisa membalas duel sebelum Martis sempat mengunci kill pertama. Minsitthar juga jadi ancaman nyata karena ultimate-nya membekukan skill pergerakan, termasuk dash kedua dari Mortal Coil yang biasa dipakai Martis buat kabur atau mengejar.
Soal ini, Build Lancelot Tersakit dan Build Alpha Tersakit layak dibaca dari sisi sebaliknya, buat yang mau tahu cara membongkar fighter reset semacam Martis sebelum dia sempat snowball.
Di sisi lain, Martis justru jadi momok buat marksman dan assassin dengan mobilitas terbatas begitu sudah kena tarikan Ashura Aura, seperti Miya, Moskov, dan Helcurt. Ketiganya sulit lolos dari kombinasi pull-slow-knockup dalam satu rangkaian combo, jadi kalau kamu pegang salah satu dari mereka, jaga jarak aman dan jangan berdiri sejajar dalam satu garis lurus yang gampang kena tarikan kipas Martis.
Tips dan Combo
Pola combo utamanya: buka dengan Ashura Aura buat menarik dan mengelompokkan target, susul Mortal Coil tekan pertama buat mengunci sambil kebal crowd control, lalu tutup dengan Decimation begitu HP target sudah tipis. Kalau kill masuk, ultimate langsung reset dan Martis bisa memburu target berikutnya nyaris tanpa jeda — di sinilah dia bisa membalik satu war sendirian kalau engage-nya tepat.
Masalahnya muncul kalau kill pertama meleset. Banyak pemain terlalu terpaku mengejar reset sampai lupa bahwa Mortal Coil tekan kedua sebetulnya lebih berguna dipakai buat bertahan ketimbang buru-buru all-in tanpa cooldown skill lain yang siap. Kalau target pertama gagal dieksekusi, mundur dulu biasanya lebih menguntungkan daripada memaksa lanjut dengan kit yang sudah setengah kosong.
Satu catatan praktis dari pengamatan war-war belakangan: Martis paling efektif justru bukan sebagai orang pertama yang masuk, melainkan susulan begitu tank tim sudah membuka ruang. Inisiasi solo terlalu sering berujung dia dikeroyok sebelum sempat memicu satu kill pun buat memulai rentetan reset.
Pertanyaan Seputar Build Martis
Emblem apa yang cocok buat Martis jungler? Fighter Emblem dengan talent Rupture, Festival of Blood, dan Brave Smite, karena menyeimbangkan penetrasi awal dengan sustain di hutan.
Kenapa Martis kadang tiba-tiba lemah di war? Kalau kill pertama lewat ultimate gagal, dia kembali ke cooldown normal seperti fighter lain, jadi seluruh rencana reset ambruk dan dia jadi rentan dikeroyok balik.