
Build Alice tersakit di 2026 masih berputar di kombinasi magic power, HP, dan cooldown reduction, khas hero tank-mage yang menang lewat drain darah, bukan burst instan. Statusnya di meta tetap layak dipakai: role Tank/Mage yang efektif di jungle maupun exp lane, asalkan pemainnya paham kapan harus masuk dan kapan harus mundur dari teamfight. Racikan item, emblem, dan counter di bawah sudah disesuaikan dengan kit-nya pasca revamp supaya nggak ketinggalan patch.
Kenapa Alice Masih Layak Dipakai di 2026
Julukan “Queen of Blood” nempel ke Alice sejak cerita lama soal pengkhianatan terhadap Lord of Light yang mengubahnya dan keluarganya jadi demon darah. Di lapangan pertandingan, latar itu cuma bumbu. Yang menentukan menang atau kalah tetap kit-nya.
Pasca revamp, mekanisme intinya berubah lumayan signifikan dari versi lama. Skill pasifnya menumpuk stack setiap kali skill Alice mengenai musuh. Begitu stack penuh, efeknya meledak jadi damage area sekaligus memulihkan HP Alice, semacam fungsi ultimate lama yang sekarang dipindah ke pasif. Skill pertama tetap jadi penggerak mobilitasnya: melempar darah ke depan, lalu bisa di-recast untuk blink ke titik jatuhnya. Berguna buat mengejar, berguna juga buat kabur. Skill kedua berfungsi sebagai alat stun jarak dekat untuk mengunci target sebelum kombo mendarat. Ultimate-nya sekarang lebih berperan sebagai kemampuan crowd control area yang juga meredam damage yang diterima Alice, bukan sekadar damage murni seperti versi sebelumnya.
Kekuatannya jelas: sustain tinggi begitu stack terkumpul, mobilitas lumayan lewat blink skill 1, dan kontribusi besar di teamfight ramai karena efek areanya. Kelemahannya nyata juga. Alice rapuh di awal permainan sebelum mekanisme drain-nya jalan, terlalu bergantung pada siklus heal-nya sendiri, dan gampang dipatahkan kalau lawan bawa item anti-heal atau crowd control yang mengunci sebelum kombonya masuk.
Item Build Alice Tersakit
Inti build Alice tetap sama seperti sebelumnya: magic power buat damage, HP buat bertahan, dan cooldown reduction supaya siklus skill-nya lebih sering muncul. Urutan beli di bawah ini mengikuti pola yang dipakai mayoritas panduan build terkini.
| Urutan | Item | Efek Utama |
|---|---|---|
| 1 | Tough Boots | Physical & Magic Defense, dasar bertahan sejak awal game |
| 2 | Clock of Destiny | Magic Power, HP, dan Mana yang terus bertambah seiring waktu |
| 3 | Dominance Ice | HP/Mana, Physical Defense, Cooldown Reduction, plus aura pelemah musuh sekitar |
| 4 | Oracle | Magic Defense dan HP Regen, memperkuat efek heal dan shield |
| 5 | Glowing Wand | Magic Penetration plus efek burn tambahan usai skill kena |
| 6 | Concentrated Energy | Magic Power yang terus menumpuk plus efek heal tambahan |
Build Order
Tough Boots
Clock of Destiny
Dominance Ice
Oracle
Glowing Wand
Concentrated Energy
Tough Boots dibeli lebih dulu karena Alice butuh fondasi defense sebelum item core-nya jalan, mengingat fase awal jadi titik paling rawan buatnya. Clock of Destiny jadi item wajib kedua. Statnya tumbuh seiring durasi pertandingan, cocok dengan gaya main Alice yang makin kuat di late game.
Dominance Ice masuk di urutan ketiga untuk menambah cooldown reduction sekaligus melemahkan attack speed dan movement speed musuh di sekitarnya, berguna saat Alice sudah masuk ke tengah formasi lawan. Oracle menyusul untuk memperkuat efek regenerasi dan shield, bikin siklus heal-nya lebih signifikan di fase krusial. Dua item penutup, Glowing Wand dan Concentrated Energy, menambah damage lewat magic penetration dan burn sekaligus memperkuat lagi sisi heal. Kombinasi ini yang bikin Alice terasa “tersakit” di late game.
Sebagai alternatif, sebagian build pro memakai Lightning Truncheon atau Winter Crown menggantikan salah satu item di atas kalau lawan punya banyak damage burst yang perlu diredam sesaat. Sesuaikan saja dengan komposisi musuh di tiap match.
Emblem dan Battle Spell
Untuk emblem alice, mayoritas panduan build terbaru mengarah ke set Mage Emblem, meski Tank Emblem tetap jadi opsi kalau kamu lebih sering berperan sebagai support durabel ketimbang damage dealer. Susunan talentanya dimulai dari Rupture di slot pertama untuk menambah kekuatan skill secara umum.
Slot kedua tergantung role. Seasoned Hunter cocok kalau memainkan Alice sebagai jungler; Festival of Blood lebih pas kalau ditempatkan di lane lain, karena talenta ini menambah spell vamp tambahan setelah kill atau assist yang menumpuk dengan sustain alaminya. Slot ketiga diisi Impure Rage, menambah damage adaptif pada skill sekaligus pengembalian mana agar Alice bisa bertahan lebih lama di pertempuran panjang.
Soal battle spell, Retribution wajib dipakai kalau Alice diplot sebagai jungler. Di luar itu, Vengeance jadi pilihan solid untuk peran EXP, Mid, atau Gold Lane karena menambah ketahanan sekaligus efek pantulan damage saat HP kritis. Flicker tetap relevan untuk fleksibilitas posisi, sementara Petrify bisa dipakai untuk mengunci musuh sesaat sebelum kombo skill mendarat penuh.
Emblem & Talent
Mage Emblem (Custom)
Tank Emblem (Custom)
Rupture
Seasoned Hunter
Festival of Blood
Impure Rage
Counter Alice: Lawan & Mangsa
Soal counter alice, hero yang paling merepotkan buatnya adalah yang punya burst tinggi atau kemampuan anti-regen. Karrie sering disebut sebagai salah satu counter terkuat. Serangannya berbasis persentase HP tetap efektif menembus resistensi dan heal Alice, dan sebagai marksman ia bisa menjaga jarak sambil terus menekan tanpa masuk ke jangkauan berbahaya. Moskov jadi ancaman lain karena lifesteal dari Sea Halberd bisa mengimbangi drain Alice. Saber punya burst dan lock-down lewat ultimate-nya, cukup untuk membungkam Alice sebelum mekanisme drain-nya sempat aktif.
Hero dengan crowd control kuat seperti Nana, Eudora, atau Aurora juga bikin Alice sulit berkontribusi karena ia bisa terkunci sebelum masuk ke posisi ideal. Dari sisi item, Sea Halberd dan Glowing Wand efektif memangkas efektivitas heal-nya, sedangkan Dominance Ice bekerja serupa untuk melemahkan sustain-nya dari sisi lawan.
Sebaliknya, Alice justru jadi mimpi buruk buat hero yang minim mobilitas dan minim burst instan. Biasanya mage atau marksman tanpa skill dash atau blink yang bisa langsung lolos begitu area ultimate-nya mengunci. Musuh semacam ini sering keburu kehabisan HP sebelum sempat kabur, apalagi kalau tim mereka telat merespons inisiasi Alice.
Tips dan Combo
Pola dasarnya sederhana: lempar skill 1 buat poke sekaligus menumpuk stack pasif, masuk lewat recast skill 1 untuk blink mendekat, lalu kunci target dengan skill 2 sebelum melepas ultimate saat musuh sudah terkumpul di satu titik. Urutan ini paling efektif kalau dilakukan setelah tim lain membuka inisiasi duluan. Alice bukan hero yang ideal untuk memulai fight sendirian tanpa dukungan CC dari rekan.
Satu hal yang sering luput: banyak pemain Alice terlalu cepat masuk sebelum stack pasifnya cukup untuk memicu efek heal besar, akhirnya malah jadi target empuk. Lebih baik tahan sebentar di pinggir formasi, biarkan skill mengenai musuh dulu beberapa kali, baru all-in penuh. Positioning semacam ini yang membedakan Alice yang “tersakit” dengan yang cuma jadi umpan di teamfight.
Kalau ingin variasi hero dengan gaya main berbeda, build Kimmy tersakit cocok buat yang mau coba marksman/mage dengan serangan jarak jauh, atau build Carmilla tersakit sebagai opsi support/tank dengan gaya crowd control berantai.